Hello.
I am truly sorry for the bad color choice. I can't decide which color to pick for this blog and XML templates failed me ( read : I can't actually figure out how to work my way around it :P ). So the point of this blog is very very simple. Share my thoughts about life and hopefully, in one way or the another, touch someone's life and help them to be better. InsyaAllah.
I am pretty much the voices in your heads. All those tiny annoying high-pitched voices in your mind. The ones that you constantly can't be bothered to listen because as manusia, it's acceptable to be in denial. It's understandable jua that most of us bersikap ''Malas tah ku ingau eh''. Because of these ignorance tah, we are all in a war amongst us. Most times as manusia yang serba kekurangan ane, ketani kalah with hasutan-hasutan kawan-kawan and orang-orang yang di sekeliling ketani. I am not pointing fingers at anyone here but let's face it, everybody talks about everybody else. Am I right? I talked about my friends and sometimes families as well. Hey, don't be quick to judge. The point of this blog is to inspire us to change to be a better person. InsyaAllah, maybe I will change as well to be better and you will too. Amin.
Since this blog is new, let's talk about something simple lah dulu. Something so common nowadays. Something that I think most girls and surprisingly quite a number of boys are doing it as well. Apa nah. Menabur fitnah atau Inglis nya, Slander. Astaghfirullahalazim.
Behold, you received it on your tongues, and said out of your mouths things which you had no knowledge; and you thought it to be a light matter, while it was most serious in the sight of God (24: 15)
When words turn evil.
I know quite a few people who do this from time to time. Slandering is addictive. It's most girls' guilty pleasure. MOST. Before girls start dissing me, I am pointing out MOST. To those of you who turn from one person to another and talk about something which is doubtly true, have you ever thought to yourself, what in the world are you doing?
I don't feel the need to post an example of slandering because I am sure most of you readers are familiar with it yes? I am pretty sure too ramai yang sudah mengalami nya. You see, Tuhan atu Maha Adil dan Maha Kaya. Dalam situation ani, ada tiga jenis manusia yang involved.
Satu : Orang yang kana fitnah.
Dua: Orang yang memfitnah.
Tiga: Orang yang termakan fitnah.
Antara tiga ani, orang yang termakan fitnah ani yang paling bahaya. How is it dangerous? Beracun nyamu orang yang memfitnah ane. Venomous. Toxic. For people who have been slandering their whole life, the act of telling others untrue stories about people macam nada saja tu. Macam dui, mengurik idung di tengahari tu rasanya. Teehee. Jangan marah. Beibun.
Have you ever heard of kebalikan? Or popularnya Karma. What goes around comes around. Bagi si Tukang Fitnah, mungkin hari ani, hari kamu. Semua urang percaya kan cakap kamu and kamu rasa puas hati pasal orang yang kamu fitnah atu miserable. Tapi ingat, Tuhan atu lagi Maha Berkuasa di atas sesuatu kejadian and Maha Kaya dan Maha Adil. Hidup ani inda selalunya indah. Ingat-ingat di kemudian hari. Mungkin di dunia, balasannya inda kana liatkan. Tapi di kemudian hari, cemana? Have you ever thought about it? Nauzubillah.
Bagi yang mendengar fitnah, sebaik-baiknya siasat lah dulu the truth. Banar atau inda sesuatu yang kana ceritakan atu.
"Wahai orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang yang fasik
membawa sesuatu berita, maka selidikilah kebenarannya, supaya kamu
tidak menimpakan suatu mu sibah kepada kaum dengan sebab kejahilan
kamu sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu lakukan." (al-
Hujuraat:6)
Dari ayat atu sudah obvious the importance of investigating the truth to the story being told. Zaman ani, banyak sudah tali persaudaraan rosak disebabkan fitnah ani. Oops. Don't be quick to say, "Iya tu punya pasal 15 tahun sudah ku inda betagur sama si pulan". Tanya diri sendiri dulu. Have you done your part as a Muslim? Inda banyak, sedikit pun jadi tah. Have you siasat the truth? Banar kah inda. Jangan jahil ani. Di zaman serba canggih ani, inda jua ketani kan berpikiran sempit. Inda ja?
"Sepatutnya mereka (yang menuduh) membawa empat orang saksi
membuktikan tuduhan itu. Oleh kerana mereka tidak mendatangkan empat
saksi itu, maka mereka itu pada sisi hukum Allah adalah orang yang
dusta. " - di petik dari ayat yang di turunkan oleh Rasulullah S.A.W ketika isteri baginda, Saidatina Aisyah R.A di fitnah.
4 orang saksi. If you are in a situation dimana si Pengfitnah ane becerita kan keburukan, it is wise to ask for 4 witnesses to confirm the truth to the story. Inda papa bah main saksi2 dari menanggung dosa. :)
Kepada tukang fitnah, bertaubatlah. It's not too late. Jangan kerana mulut, badan binasa. Jangan kerana hasad dengki, ketani kan mengacau kesejahteraan orang lain. Ketani inda tahu, mungkin dari cerita-cerita yang ketani reka semata-mata atu sudah merosakkan rumahtangga seseorang, tali persaudaraan, friendships...... Mungkin untuk ketani, asal ketani puas watching durang suffer. Tapi fikir-fikirkan lah. Allah works in a lot of unexpected ways. Mungkin satu hari, anak-anak kamu, saudara mara atau orang terdekat di cela. Di seksa diatas dosa kamu. Baru di dunia. Lagi sandi kalau terkena diri sendiri. Kadang-kadang Allah atu menghukum ketani with something yang ketani inda expect dan atu terpulang arah ketani lah tu kan sadar ataupun inda.
Orang yang suka mengadu domba tidak akan masuk syurga, sebagaimana
sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud: "Tidak masuk syurga orang yang
suka mengadu domba."
Nauzubillah. Let us all sit back and think. Which category are you? Tukang fitnah kah? Orang yang kena fitnah kah? Orang yang mendengar fitnah dan termakan hasutan2 atu?
Kalau biskita tukang fitnah, renung-renungkan lah. Adang luan nya babu. Jangan tau siuk saja.
Kalau biskita orang yang kena fitnah, inda apa. Bawa bersabar. Tuhan atu Adil.
Kalau biskita orang yang mendengar fitnah and tarus percaya, baik adang luan macam nada keraja ani nyanta. Iski jua kan membuat dusa atu banar.
Mungkin what I have been elaborating here is not enough to menyedarkan ketani. Andangnya manusia. Tapi, kalau hati ikhlas kan berubah..insyaAllah we will see the light. Amin.
I guess that is all folks. I will blog about more interesting topics soon. InsyaAllah. Mudah-mudahan ketani mendapat something good out of it. I apologize if ada sesiapa yang terasa, aku pun ada terasa jua. Teehee. Tapi we have to feel pain to learn and live.
That's pretty much life to me. :)
First.
Posted by This is what you and me call life at Wednesday, November 11, 2009 0 comments
Subscribe to:
Posts (Atom)